Business 101: Peluang dan Tantangan Wellness Tourism untuk Bisnis Perhotelan

Industri perhotelan di Indonesia dapat memanfaatkan peluang wellness tourism dengan strategi inovatif. Matasigma siap mendukung riset dan analisa untuk transformasi bisnis yang efektif dan berkelanjutan.

Industri perhotelan global sedang mengalami transformasi besar-besaran, salah satunya melalui integrasi sub sektor wellness ke dalam layanan yang ditawarkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas peluang bisnis yang belum sepenuhnya digarap di Indonesia terkait wellness tourism dan bagaimana membedakannya dengan health tourism. Artikel ini juga memberikan wawasan bagi pemilik bisnis, manajer, maupun investor tentang cara memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan daya saing properti hotel mereka.


Apa Itu Wellness Tourism?

Menurut Global Wellness Institute, wellness tourism adalah bentuk perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kesejahteraan pribadi. Ini berbeda dari perjalanan biasa karena fokusnya pada pengalaman yang mendukung kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Dalam dunia modern yang serba cepat, banyak orang mencari cara untuk menyeimbangkan tekanan hidup dengan aktivitas yang bermanfaat bagi kesejahteraan mereka.

Data menunjukkan bahwa industri wellness secara keseluruhan tumbuh dengan pesat, mencapai $5,5 triliun pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai $8,5 triliun pada tahun 2027. Pertumbuhan tahunan industri ini mencapai 8,6%. Salah satu segmen terbesar dalam industri ini adalah wellness tourism, yang diperkirakan akan tumbuh hingga 16,6% setiap tahunnya.

Di Indonesia, meskipun ada beberapa resor dan spa yang sudah menawarkan paket wellness, masih banyak potensi yang belum dieksplorasi secara maksimal. Walau sebenarnya sudah ada beberapa wellness hotel di Indonesia yang berjalan dengan baik, beberapa di antaranya walaupun tidak berada di lokasi yang dekat dengan alam memiliki konsep yang sangat kental dengan unsur "pria dewasa," sehingga publikasi dan promosinya dilakukan secara tertutup. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis yang ingin mengembangkan produk wellness tourism yang lebih inklusif dan transparan.


Perbedaan Antara Wellness Tourism dan Health Tourism

Meskipun kedua istilah ini sering kali disamakan, ada perbedaan mendasar antara wellness tourism dan health tourism. Berikut penjelasannya:

A. Tujuan Utama:

    • Wellness tourism: Fokus pada pencegahan masalah kesehatan melalui praktik proaktif seperti yoga, meditasi, pijat relaksasi, dan program detoksifikasi.
    • Health tourism: Bertujuan untuk mendapatkan perawatan medis tertentu seperti operasi plastik, perawatan gigi, atau prosedur bedah lainnya.

B. Target Pasar:

    • Wellness tourism: Menargetkan individu yang ingin menjaga gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
    • Health tourism: Biasanya menarik mereka yang memiliki masalah kesehatan spesifik dan membutuhkan perawatan medis profesional.

C. Aktivitas Utama:

    • Wellness tourism: Aktivitas seperti spa retreats, kelas yoga, sesi meditasi, hiking, dan latihan fisik lainnya.
    • Health tourism: Konsultasi dokter, pemeriksaan kesehatan, dan prosedur medis lainnya.

D. Lokasi dan Infrastruktur:

    • Wellness tourism: Menggunakan fasilitas non-medical seperti resor, pusat kebugaran, atau lokasi alam yang menenangkan.
    • Health tourism: Memanfaatkan rumah sakit, klinik, atau fasilitas medis lainnya.

Dengan kata lain, wellness tourism lebih bersifat preventif dan holistik, sementara health tourism lebih terfokus pada solusi medis langsung.


Mengapa Wellness Tourism Penting untuk Industri Perhotelan di Indonesia?

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wellness tourism yang unik dan menarik. Negara kita kaya akan budaya tradisional, flora-fauna, serta keindahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai elemen utama dalam pengembangan produk wellness tourism. Namun, penting untuk menciptakan konsep yang jelas dan positif agar tidak terjebak dalam persepsi negatif atau eksklusivitas yang terlalu tinggi.

Berikut beberapa alasan mengapa wellness tourism harus menjadi prioritas dalam strategi bisnis perhotelan:

  1. Permintaan Pasar yang Meningkat:
    Generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial, semakin peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Survei McKinsey menunjukkan bahwa kelompok ini menghabiskan lebih banyak uang untuk produk dan layanan wellness dibandingkan generasi sebelumnya.
  2. Pendekatan Holistik:
    Konsumen saat ini tidak hanya mencari layanan spa atau fitness center saja. Mereka menginginkan pengalaman holistik yang mencakup nutrisi, meditasi, olahraga, dan interaksi dengan lingkungan alam.
  3. Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial:
    Pengembangan wellness tourism yang berbasis keberlanjutan dapat membantu pelestarian lingkungan dan mendukung komunitas lokal. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai modern yang dihargai oleh para wisatawan.
  4. Daya Tarik Lokal:
    Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi produk wellness. Misalnya:
    • Bali dengan yoga retreats dan ritual tradisionalnya.
    • Sulawesi Selatan dengan air panas alami dan mineralnya.
    • Sumatera dengan hutan-hutan tropis yang cocok untuk forest bathing.

Strategi Implementasi Wellness Tourism di Properti Hotel

Untuk memanfaatkan peluang ini, pemilik bisnis dan manajer hotel dapat mengambil langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi Target Pasar:
    Tentukan apakah target pasar Anda adalah primary wellness travelers (wisatawan yang datang khusus untuk wellness) atau secondary wellness travelers (wisatawan yang ingin menjaga rutinitas wellness mereka selama bepergian).
  2. Kolaborasi dengan Brand Wellness:
    Bangun kerjasama dengan merek-merek wellness ternama untuk menawarkan paket eksklusif seperti sesi biohacking, terapi cahaya merah, atau aplikasi meditasi berbasis teknologi.
  3. Fasilitas Wellness Inovatif:
    Tambahkan fasilitas wellness yang inovatif, seperti:
    • Spa yang menggunakan bahan-bahan lokal dan organik.
    • Gym dengan peralatan canggih yang mendukung pemulihan fisik.
    • Area outdoor untuk aktivitas seperti yoga atau meditasi.
  4. Edukasi Tim:
    Pastikan staf hotel dilatih untuk memahami konsep wellness dan dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan tamu.
  5. Promosi Berbasis Nilai:
    Soroti nilai-nilai positif dari produk wellness Anda, seperti keberlanjutan, kesehatan holistik, dan pengalaman budaya lokal.

Contoh Sukses: Maya Caprice Boutique Hotel & Spa

Sebagai inspirasi, kita bisa melihat kasus sukses dari Maya Caprice Boutique Hotel & Spa di Swiss. Hotel ini tidak hanya menawarkan layanan spa biasa, tetapi juga menyediakan program fasting yang dipandu oleh ahli profesional, ditambah dengan aktivitas spa, yoga, dan meditasi. Semua fasilitas ini didukung oleh infrastruktur yang ramah lingkungan, seperti panel surya dan oven kayu untuk memproduksi energi secara mandiri.

Hotel ini berhasil menarik wisatawan yang mencari pengalaman wellness yang autentik dan berkelanjutan. Hal serupa dapat diterapkan di Indonesia dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya lokal.


Tantangan dan Solusi

Meskipun peluang besar ada di depan mata, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti:

  1. Kurangnya Kesadaran Publik:
    Solusi: Lakukan kampanye edukasi tentang manfaat wellness tourism kepada calon tamu.
  2. Biaya Investasi Awal:
    Solusi: Mulailah dengan skala kecil, misalnya dengan menambahkan fasilitas wellness sederhana seperti kit aromaterapi di kamar.
  3. Kompetisi Antar Destinasi:
    Solusi: Fokuskan pada keunikan lokal dan buat produk yang tidak bisa ditiru oleh pesaing.

Penutup

Wellness tourism adalah peluang besar bagi industri perhotelan di Indonesia. Dengan memahami perbedaan antara wellness tourism dan health tourism, serta mengimplementasikan strategi yang tepat, pemilik bisnis, manajer, dan investor dapat memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan pendapatan dan reputasi mereka.

Selain itu, jasa layanan Matasigma dapat membantu perusahaan dalam melakukan riset dan analisa dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Melalui teknologi AI dan digitalisasi, Matasigma menyediakan solusi untuk menganalisis tren pasar, mengidentifikasi kebutuhan konsumen, serta merancang inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan permintaan pasar modern. Dengan dukungan data yang terpercaya dan analitik yang canggih, hotel dapat mengambil keputusan strategis yang tepat guna meningkatkan daya saing dan memberikan pengalaman unggul kepada tamu mereka.

Mari kita ambil langkah pertama menuju masa depan yang lebih sehat dan lebih sejahtera!